Perjuangan Negara Amerika Serikat dalam Menggapai Kemerdekaannya Melalui Perang Revolusi Amerika Serikat

 

Melalui Perang RevolusiDalam mencapai kemerdekaannya, suatu negara tidak akan lepas dari yang namanya perang. Seperti halnya negara besar yang di dunia yaitu Amerika Serikat. Amerika Serikat dalam melakukan usaha memerdekakan negara dan rakyatnya perlu melakukan perang yang disebut dengan perang Revolusi Amerika Serikat. Perang Revolusi Amerika Serikat atau Perang Kemerdekaan Amerika Serikat terjadi pada tahun 1775 sampai dengan tahun 1783. Perang ini berawal dari terjadinya sebuah perang antara dua kubu yaitu antara Kerajaan Britania Raya dan Amerika Serikat yang baru saja berdiri menjadi sebuah negara. Namun lama-kelamaan seiring berjalannya waktu, perang ini menjadi global yaitu antara Britania dengan Amerka Serikat, Perancis, Belanda, dan Spanyol. Perang global ini kemudian dimenangkan oleh pihak Amerika Serikat dengan hasil campuran dengan kekuatan negara lainnya yang ikut bergabung dalam membantu perang Amerika ini.

Perang ini terjadi akibat para kolonis yang tidak setuju atas Undang-Undang Stempel 1765 yang dikeluarkan oleh Parlemen Britania Raya yang tidak konstitusional. Parlemen Britania menjelaskan bahwa terdapat hak dan peraturan bagi Parlemen Britani untuk memberlakukan pajak bagi kolonis. Namun para kolonis bersikukuh dengan pendapatnya bahwa perpajakan tanpa adanya perwakilan rakyat merupakan tindakan yang illegal.

Para kolonis kemudian membentuk Kongres Kontinental yang bersatu dengan nonton movie dan langsung mengambil tindakan untuk memboikot teh Britani yang terkena pajak. Kejadian ini mendorong terjadinya Pesta Teh Bonto pada tahun 1773 dengan fokus pada penghancuran kapal muatan teh dari kapal Britania.

Pada bulan April 1775, Thomas Gage sebagai Jenderal dari pasukan Britania, mengetahui bahwa para kolonis sedang mengumpulkan persenjatannya di Concord, sehingga jenderal gage langsung mengambil tindakan untuk merampas dan menghancurkan senjata tadi dengan mengirimkan tentara Britanianya.
Setelah berulang kali meminta Raja Britani untuk mengambil andil dalam parlemen, semua keputusan damai berakhir melalui dekret raja. Dan munculah sebuah negara baru yang berdaulat yang mendeklarasikan kemerdekaannya yaitu negara Amerika Serikat yang terbentuk pada 4 Juli 1776.

Pada Juni 1776, Amerika Serikat telah berhasil menguasai setiap negara bagian secara penuh, namun ada suatu halangan dari pihak Britania yang masih menguasai dan menduduki New York City dengan menjadikannya pangkalan utama Angkata Laut Britania. Angkatan Laut dari kerajaan Britania mampu menduduki wilayah kota-kota pesisir dalam waktu singkat, akan tetapi Amerika Serikat pun mampu menguasai wialyah pedesaan yang telah ditempati oleh 90% warga Amerika Serikat. Kemenangan Amerika Serikat ini mendorong Perancis memasuki perang secara terbuka pada tahun 1778 yang kemudian disusul oleh Spanyol dan Republika Belanda berperang dengan Britania.
Keterlibatan Perancis dalam mengalahkan dan mengusir Britania dari berbagai wilayah terbukti berhasil namun malah mendorong negara ini ke jurang utang yang sangat besar karena biaya perang yang sangat mahal. Kemenangan dari pihak Perancis ini berada pada pengepungan oleh pasukan gabungan Perancis dan Kontinental yang membuat pasukan Britania kedua menyerah pada tahun 1781 di Yorktown, Virginia.
Pada tahun 1783, perang berakhir dengan adanya Traktat Paris yang mengakui kedaulatan Amerika Serikat atas tertori yang dimiliki oleh Amerika Serikat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *